Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Maret 2011

Pelajaran dari tukang bakso

Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai. Hujan rintik-rintik selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini. Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor,terdengar suara tek…tekk…tek…, s...uara tukang bakso dorong lewat.

Sambil menyeka keringat…, ku hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso setelah menanyakan anak-anak, siapa yang mau bakso?

“Mauuuuuuuuu…”, secara serempak dan kompak anak-anak asuhku menjawab.

Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya….
Ada satu hal yang menggelitik pikiranku selama ini ketika saya membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan di laci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini. “Mang kalo boleh tahu, kenapa uang-uang itu Emang pisahkan? Barangkali ada tujuan ?”

“Iya pak, Emang sudah memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja, Emang hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak Emang, mana yang menjadi hak orang lain/tempat ibadah, dan mana yang menjadi hak cita-cita penyempurnaan iman”.

“Maksudnya…?”, saya melanjutkan bertanya.

“Iya Pak, kan agama dan Tuhan menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Emang membagi 3, dengan pembagian:

1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari Emang dan keluarga.

2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso, Emang selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja.

3. Uang yang masuk ke kencleng, karena emang ingin menyempurnakan agama yang Emang pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu, untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar. Maka Emang berdiskusi dengan istri dan istri menyetujui bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, Emang harus menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi Emang dan istri akan melaksanakan ibadah haji.”

Hatiku sangat… sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si emang tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki pikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki. Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, “Iya memang bagus…, tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya….”.

Iya menjawab, “Itulah sebabnya Pak. Emang justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu ini. Karena definisi mampu bukan hak pak RT atau pak RW, bukan hak pak Camat ataupun MUI. Definisi ‘mampu’ adalah sebuah definisi di mana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri ‘mampu’, maka insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita”.

Masya Allah, sebuah jawaban elegan dari seorang tukang bakso.

Sahabat….
Cerita ini sangat sederhana. Semoga memberi hikmah terbaik bagi kehidupan kita. Aamiin.. Aamiin.. Ya Allah Ya Rahman Ya Karim.



Dede Farhan Aulawi
bibit Les


from:
http://www.facebook.com/pages/Klinik-HATI/180676388623956?ref=ts&sk=wall

Kasih Sayang, Kesuksesan, Kekayaan

Kasih Sayang, Kesuksesan, Kekayaan

Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua. Wanita itu berkata: "Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti puny...a sesuatu untuk mengganjal perut". Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu sudah pulang?" Wanita itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar". "Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suamimu kembali", kata pria itu.

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini".

Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam."Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama sama", kata pria itu hampir bersamaan. "Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran.

Salah seseorang pria itu berkata, "Nama dia Kekayaan," katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, "sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama Kasih Sayang. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu.

"Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar.Suaminya pun merasa heran. "Ohho... menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah inipenuh dengan Kekayaan."Istrinya tidak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, "Sayangku, kenapa kita tidak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita.

"Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Kasih Sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih Sayang."Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. "Baiklah, panggil masuk si Kasih Sayang ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih Sayang menjadi teman santap malam kita.

Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. "Siapa diantara Anda yang bernama Kasih Sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini.

Si Kasih Sayang bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho..ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa heran, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. "Aku hanya mengundang si Kasih Sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?"

Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. "Jika Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Kasih Sayang, maka kemana pun Kasih Sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih Sayang, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Kerna, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si Kasih Sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.


http://www.facebook.com/pages/Klinik-HATI/180676388623956?ref=ts&sk=wall

Beginilah kehidupan kita....

BIARLAH KEHIDUPAN MEREKA..
BEGINILAH KEHIDUPAN KITA..

Jika mereka sibuk mencari cinta,
Biarlah kita sibuk mencari iman..
...
Jika mereka sibuk mencari pasangan,
Biarlah kita sibuk mencari keridhoan..

Jika mereka menangis karena kecewa bercinta,
Biarlah kita menangis karena mengenang dosa semalam..

Jika mereka cinta akan keduniawian,
Biarlah kita cinta akan Tuhan..

Jika mereka mendambakan kehidupan duniawi,
Biarlah kita dambakan ukhrowi..

keep semangat! keep ukhuwwah! dan slmt braktifitas..!
Innallaha ma'ana...


http://www.facebook.com/pages/Klinik-HATI/180676388623956?ref=ts&sk=wall

Mukjizat

¤ Mukjizat 1 Dollar 11 Sen
¤ Utk renungan bersama....


Sally adalah anak pertama dari 2 bersaudara yg masih berusia 8 thn.
Belum lama ini dia harus berhadapan dengan kenyataan bahwa adiknya, George, sakit dan harus dioperasi.
...
Orangtuanya yang berpenghasilan pas-pasan tidaklah mungkin untuk membiayai operasi yang mahal tersebut, apalagi jaminan ansuransi kesehatan telah lama ditutup karena mereka tidak kuat membayar premi. ” Hanya doa dan ’mukjizat’ yang dapat menyelamatkan adikmu!”
seru sang ayah kepada sally.

” Mukjizat? apa itu? Tanya sally dalam hati. Sesaat kemudian sally masuk ke kamar dan berdoa untuk” mukjizat” yang dia harapkan, yakni kesembuhan adiknya. Tidak lama setelah itu, sally keluar kamar
menemui adiknya.

Dia ingin tahu, apakah dengan doanya tadi George sudah sembuh atau belum? Ternyata, adik kesayangannya itu belum juga sembuh. Lalu ia kembali kekamar dan mengambil celengannya. Celengan itu lalu ia pecahkan sehingga uang logam yang ada didalamnya berhamburan.
Satu persatu uang itu dia pungut.

Setelah dihitung, celengan itu ternyata berisi uang sejumlah 1 dollar 11 sen.

Berbekal uang 1 dollar 11 sen tersebut, Sally kemudian pamit kepada orangtuanya guna membeli obat untuk adiknya di apotek seberang jalan. Dengan terharu, sang ibu melepas Sally untuk membeli obat dengan nilai uang yang sebenarnya tidak mungkin untuk menebus obat yang dimaksud.

Sesampai di apotek, sally tidak terlalu ditanggapi oleh petugas apotek, mungkin karena ia masih terlalu kecil untuk belanja. Berbagai cara dilakukannya untuk menarik perhatian petugas apotek, namun tidak juga berhasil. Ternyata sally tidak kehabisan akal, dengan
sedikit terpaksa dia mengetuk-ngetuk etalase dengan uang logamnya sehingga mengeluarkan suara yang agak bising. Akibatnya, dengan berang seorang petugas menghampiri sally dan bertanya ” Mau apa
kamu gadis kecil?”

”Saya mau membeli ’Mukjizat’ untuk kesembuhan adik saya yang sedang sakit !” jawab sally mantap sambil menunjukan uang recehnya yang berjumlah 1 dollar 11 sen tadi. ” Maaf gadis kecil, disini kami tidak
menjual ’mukjizat’. Kami hanya menjual obat-obatan. Silakan kembali kepada orangtua mu minta uang tambahan agar dapat membeli obat yang kamu maksud !” ujar petugas dengan nada kesal.

” Bu, tolonglah! Kata ayah, hanya ’mukjizat’ yang dapat menyembuhkan adik saya. Mungkin ibu bisa menolong saya ?” pinta sally.

Belum sempat sang petugas menjawab, tiba-tiba seorang pria yang mendengar ucapan sally menhampirinya.

” Siapa namamu, nak? Memangnya ’mukjizat’ seperti apa yang dibutuhkan oleh adikmu?” tanya pria tersebut.

Sally pun kemudian menceritakan hal ikhwal dirinya serta keadaan yang saat ini ia alami, sementara pria itu dengan sabar mendengarkan cerita sally.

” Adik saya, george, sudah lama sakit dan harus dioperasi. Tetapi orangtua saya tidak punya uang untuk biaya operasinya. Kata ayah, hanya ’ mukjizat’ saja yang bisa menyembuhkan adik saya. Untuk
itulah saya kemari, siapa tahu apotek ini menjual mukjizat yang ayah saya maksud !” tutur sally.

Semakin lama suara gadis kecil itu semakin parau. Bahkan, ketika menceritakan kondisi adiknya, sally mulai menangis. Cerita sally tampaknya membuat hati pria itu tersentuh.

Sudahlah nak, jangan menangis! Sekarang, dapatkah kamu pertemukan saya dengan kedua orangtuamu? Kalau bisa, saya ingin berkunjung ke rumahmu, sekaligus melihat kondisi adikmu yang sedang sakit itu.” Ungkap pria tersebut sambil memeluk sally.

Usut punya usut, pria itu ternyata seorang dokter spesialis bedah terkenal, Carlton Armstrong namanya. Singkat cerita, george akhirnya berhasil dioperasi dengan lancar sehingga kondisinya pulih seperti
semula. Operasi tersebut dilakukan langsung oleh Dr. Armstrong. Tidak hanya itu, Dr. Armstrong pun bahkan membebaskan seluruh biaya operasi.

” Operasi itu pasti sangat mahal. Kalau saja kamu tidak mempunyai keyakinan dan cinta kasih kepada adikmu, ibu tidak bisa membayangkan berapa harga yang harus dibayarkan untuk itu semua !” puji ibu sally
sambil memeluk putri kesayangannya.

” Bu, harga operasi itu 1 dollar 11sen ditambah dengan ’mukjizat’.” jawab sally dengan penuh suka cita.

KEKUATAN cinta kasih adalah ” mukjizat”. Dalam arti keajaiban yang mampu membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. ”mukjizat” dan pertolongan sang Khalik, terkadang datang secara tidak terduga, namun selalu tepat, tidak pernah terlalu
cepat dan tidak pernah datang terlambat.

Cinta kasih memang tidak ada batasnya. Bahkan cinta kasih yang sungguh-sungguh akan mampu menggerakkan cinta kasih orang lain untuk berbuat sesuatu yang berguna bagi sesama.

Sebuah puisi indah menyebutkan...

Bukan titik yang menyebabkan tinta,
melainkan tinta yang menyebabkan titik.
Bukan cantik yang menyebabkan cinta,
melainkan cintalah yang menyebabkan cantik.


Bagaimana anak kita???

¤ Jika anak dibesarkan dengan celaan... dia akan belajar memaki...

¤ Jika anak dibesarkan dengan cemoohan... dia akan belajar rendah diri...

¤ Jika anak dibesarkan dengan permusuhan... dia akan belajar berkelahi...

¤ Jika anak dibesarkan dengan hinaan... dia akan belajar menyesali diri...

¤ Jika anak dibesarkan dengan dorongan... dia akan belajar percaya diri...

¤ Jika anak dibesarkan dengan pujian... dia akan belajar menghargai...

¤ Jika anak dibesarkan dengan rasa aman... dia akan belajar menaruh kepercayaan...

¤ Jika anak dibesarkan dengan dukungan... dia akan belajar menyenangi diri sendiri...

¤ Jika anak dibesarkan dengan Kasih sayang dan persahabatan... dia akan belajar menemukan cinta dalam hidupnya...

¤ Jika anak dibesarkan dengan toleransi... dia akan belajar menahan diri...

¤ Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan... dia belajar keadilan...



from:
http://www.facebook.com/pages/Klinik-HATI/180676388623956?ref=ts&sk=wall

Selasa, 08 Maret 2011

persiapan??? waduh,..penting banget!!!

setelah sekian lama ga nulis dan tak berkunjung...baru hari ini sempat nongol lagi...walaupun tulisan di laptop udah mumet,,ga sanggup nampung lagi...biar aja lah..laptopnya belum kasih comment apa apa kok...
sabar chiba yaaaa...Photobucket

hmm....bingung mau nulis apaa...tapi cuma mau sharing aja biar semuanya tau gimana pentingnya suara,,keberanian,,,persiapan...yaaaaaa semuanya mengaju kepada speaking sich...omong omong soal speaking,,jadi ingat TEN Photobucket

nah,,begini ceritanya...
hari ini kami (mutia and me) ikut lomba MTQ tingkat Universitas untuk bidang debat bahasa arab (agak sombong dikit,,maklumlah bahasa arab) hahahaha...nah,motionnya itu BUNGA BANK dan DEMOKRASI...hari senin kami menyiapkan bahan yang akan kami bicarakan saat debat..diriku cuma nyari yang kontra untuk debat,,dengan harapan besok untuk pro ada mutia,,n bisa baca2 dikit.. (padahal ngarap kali dapat yang kontra)
Photobucket

awalnya kami maju untuk lomba jam 2,,tapi tiba-tiba jam 11.20 kami dapat telfon kalau kami maju sekarang..soon!!!
I'm really panic...gimana engga,,bahan untuk yang pro belum baca dikit pun,,dalil untuk yang pro ga tau..waduuuuuuhhh....apeeeessss!!!!!
dengan BISMILLAHI TAWAKKALTU 'ALALLLAHI saya pun memantapkan hati.. (ciiee ilee...gayanya)
deg degan banget....Rabbi,,belum baca dikit pun yang pro...dan saat undian,,kami dapat yang pro..waduuuuuuuuuhhhhhh.......beneran gatau apa-apa,,tentang BUNGA BANK pula tu,,entah pun DEMOKRASI,,awak taulah dikit dikit...ini!!
Photobucket

karena ga tau apa-apa,,akhirnya engga bicara..sampe juri bilang,"yang ini kenapa belum bicara"...berhubung juri bilang gitu,,tancap gas aja kasih pertanyaan untuk grup kontra sekaligus buktiin sama mereka semua,,saya BISA BAHASA ARAB,,ahli lagi...hahahaha
"wakaifa an masya'iri shaghir???alladziina yahtajuuna ihtijajan jayyidan linnuqudi?"
seeeeeeee..........semua terpana..hahahaha
enak aja,mereka kira saya ga bisa bahasa arab..sorry yaaaaaa

tapi,,selesai dari situ, ada rasa penyesalan yang amat sangat dalam membekas membara membabi buta (eh kok ga nyambung ya?)
nyesaal banget karena engga ada persiapan untuk yang pro,,engga ada bicara walaupun satu menit,,padahal kalau saya mau,,saya bisa aja ngarang dari bahan kontra yang saya punya..bahkan akan menjadi dalil kuat untuk yang pro..
huft,,lenyap sudah kesempatan berangkat ke MAKASSAR...
milkysmile

walaupun engga bisa terima dengan semua ini,tapi ada rasa sedikit senang karena saya bisa membuktikan saya bisa bahasa arab...tau kenapa????????????
naaaahh,,karena kemarin sore,seusai lomba..seorang juri debat bahasa arab memanggil saya,,beliau marah dan kesal karena saya sedikit sekali bicara..mau dibela,,tapi bukti tentang saya cuma sedikit dan tidak menguatkan,,(maklumlah ngomong cuma sepotong)
saya cuma bisa cerita dan minta maaf pada beliau,dan bilang "sudahlah pak,belum rezeki mungkin"..tapi beliau bilang "siapa bilang belum rezeki,kan belum pengumuman"
whaaaattt????jadi saya masih bisa berharap akan berangkat????
jangaaaaannn,,nanti kalau terlalu berharap,,bisa jatuh dan ga bangun lagi...

biarlah semua itu jadi pelajaran dan pengalaman berharga bagiku...PERSIAPAN,,KEBERANIAN,,KESEMPATAN,,semuanya sangat penting...harus dijaga jangan sampai kebablasan...mungkin Allah punya rencana lain yang lebih indah bagiku,,siapa tau bukan ke MAKASSAR tapi malah ke tempat yang lebih baik lagi..atau mungkin kalau saya berangkat,akan terjadi apa apa disana...
ah,, Wallahu a'lam bishshawab milkysmile

Ya Rabbi,,in 'azhumat dzunubi kastratan,,falaqad 'alimtu bianna 'afwaka a'zhamu,,fa idza radadta yadayya,,faman dza yarham..

Minggu, 15 Agustus 2010

hal yang jarang kita lakukan,,

pernahkah kita mereview semua kejadian yang kita alami selama seharian????

pernahkah terlintas di benak kita untuk memohon ampun pada Sang Pencipta akan semua khilaf dan salah?????

pernahkah kita meminta maaf pada orang yang telah kita sakiti pada hari ini????

pernahkah kita menyesal akan tikah laku kita hari ini??????

padahal muhasabah diri itu sangat penting..
untuk memperbaiki diri kita,, agar keesokan harinya menjadi insan yang lebih baik lagi...

simple way untuk bermuhasabah,,, tak perlu mencari ruang sunyi,,, atau pun hari dan waktu khusus...

hanya perlu memutar pikiran agar video kehidupan hari ini berputar di kepala atau mungkin di benak kita.....

naaaaaaaaaaaaaaahhhhhhh.........
the way :

1. saat kepala kita telah menyentuh bantal,, dan tubuh telah rebah di kasur...eitss...jangan keburu tidur dulu,,,tapi,,,,,,,

2. coba ingat-ingat kembali apa yang telah kita lakukan selama seharian ini...

3. bandingkan,,mana yang lebih banyak kita lakukan,,dosa atau kebaikan????????
harus jujur lhoo sama diri sendiri....masa sich bohong...
-_-'

4. naaaaahhh...ini ne tantangan buat kita,,,,
meminta maaf pada mereka yang telah kita sakiti,,,
( daripada dosa kita tambah banyak,,mendingan ngurangi dosa kaaaaannn....lagian,,indah banget lho,,saat kita saling memaafkan...ingat!!! sebaik-baik orang adalah yang terlebih dahulu meminta maaf........)

truuuuzz.......berusaha untuk tidak mengulanginya....

coba dechh,,lakukan setiap hari,,menjelang tidur.........

seandainya kita benar-benar melakukannya sepenuh hati,,kita bakal menangis seraya memohon ampun pada Allah...karena begitu banyaknya dosa kita,,,

Top of Form

Bottom of Form

7 potensi yang di berikan oleh Allah SWT kepada kita....

"......Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi..." (SQ. Al-Baqarah: 30)



Sadarkah kita bahwa kita mengemban sebuah tugas mulia dari Allah SWT, yaitu sebagai khalifah di muka bumi, yang selalu harus ta'at kepada-Nya. Pernahkah kita mengingat perjuangan para utusan-Nya dalam memberi keteladanan kepada manusia bahwa hidup ini merupakan ibadah untuk menjalankan kehendak dan perintah-Nya.

Sesungguhnya Allah telah memberikan kita 7 potensi diri:

1. kekuatan iman
ini merupakan potensi paling utama ditanamkan dalam diri kita sebagai hamba-Nya. dari potensi inilah, kita selalu ingin mencari kedekatan kepada Allah SWT.

2. kekuatan impian
mimpi inilah yang menggerakkan setiap kita untuk terus berusaha, dan bekerja keras. Contohnya, Thomas Alfa Edison memimpikan dunia yang terang sampai akhirnya ia menemukan lampu pijar setelah hampir dua ribu kali percobaannya gagal dan gagal.
karena itu, bermimpilah tentang kebaikan, kesuksesan, dan kemakmuran untuk kemudian BEKERJA, BERUSAHA, dan BERDO'ALAH untuk menggapai impian itu.

3. kekuatan fokus
fokuslah pada satu tujuan yang ingin kita capai, bisa membuahkan hasil yang baik. Seperti,, kita fokus terhadap tujuan sebagai hamba Allah yang terbaik dalam kapasitas apapun.

4. kekuatan perjuangan
saat kita berjuang dengan sungguh-sungguh, maka kita pasti akan berhasil melewati rintangan-rintangan yang ada, hingga menghantarkan kita kepada kesuksesan.

5. kekuatan belajar
kita dikaruniai kekuatan untuk terus belajar dan belajar tentang kehidupan. Akal selalu kita gunakan untuk memecahkan berbagai masalah dalam kehidupan agar bisa mencapai kebahagiaan. ingatkah sabda Rasulullah?? "UTHLUBUL 'ILMA MINAL MAHDI ILA-LAHDI"...TUNTUTLAH ILMU DARI BUAIAN HINGGA KE LIANG LAHAT". long life learning bukan hanya sebagai slogan, melainkan sebagai suatu kewajiban bagi insan yang ingin sukses.. Bukankah sebuah hadist berbunyi "barang siapa yang menginginkan dunia,hendaknya ia berilmu....barang siapa yang menginginkan akhirat,,hendaknya ia berilmu...Dan barang siapa yang menginginkan keduanya, maka hendaknya ia berilmu..."

6. kekuatan disiplin
ibarat tetes air yang mampu melubangi batu besar dan keras, begitulah disiplin diri yang akan menghasilkan kesuksesan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Hal positif ini pula yang harus kita tanamkan dalam diri.

7. kekuatan cinta
seorang ibu rela mengorbankan apa saja demi anaknya. Cinta dapat merubah segalanya, membuat berbagai keajaiban, membuat segalanya menjadi mungkin.



"sudahkah kita memaksimalkan potensi diri kita??"

Jumat, 30 Juli 2010

don't judge a man by it's cover

Mungkin ini hanya sebuah pembelajaran kecil, yang bagi sebagian orang berpikir “haha,,I know it”.. Tapi sebenarnya sangat berarti bagi saya pribadi, benar bahwa kita tidak bisa menilai orang dari luarnya saja. Bukankah Allah melihat hamba-Nya bukan dari pakaian atau rupanya, tapi dari amal perbuatannya???hadist inilah yang terngiang dihatiku saat itu.

Awal mulanya, saat itu aku tengah berada di ibukota Jakarta, keberangkatan ku kali ini bukan untuk sekedar liburan seperti biasanya, kali ini aku terpaksa datang kemari untuk menjalani pengobatan, ya bertemu dengan seorang professor ahli neurologi, Prof. Dr. H. Yusuf Misbach, S. P. Aku tiba hari senin, pukul 13.50 WIB. Hari selasa, dan Rabu masih belum juga bertemu dengan beliau, ternyata pasiennya sangat banyak. Sekali praktek, beliau hanya menerima 40 orang, dan praktek dimulai pukul 18.00 sampai 02.00 dini hari.. MasyaAllah.. lama sekali,, di kota ku,, tak pernah kutemukan seorang dokter yang praktek segitu lamanya. Singkatnya, aku bisa berjumpa dengan beliau hari kamis, pukul 00.30 WIB.. hahaha,,beliau menyuruhku dirawat inap..haaaa..seperti yang disampaikan oleh dr.Syahrul.

Jumatnya aku dan ibuku ke Mangga Dua, maklumlah,sebelum masuk rumah sakit, aku ingin jalan-jalan dulu. Hari itu kondisiku sangat tidak fit,, sama dengan kondisiku saat aku di kirim ke prof.Yusuf.. baru berjalan sebentar saja aku sudah kelelahan, badan ku tidak bisa diajak kompromi, kakiku mogok jalan, dan nafasku tersengal-sengal.. akhirnya aku harus banyak duduk,,bila terasa sedikit capek, aku akan langsung mencari sebuah kursi agar bisa kudaratkan tubuhku disitu.

Ternyata belanja itu memakan banyak waktu,, tak terasa sudah pukul empat, dan aku tidak menunaikan zhuhur ku, aku masih berpikir,, ah nanti aku jama’ saja, toh aku kan masih musafir. Padahal batas musafir itu tiga hari kan?? Selebihnya harus menunaikan sholat layaknya biasa. Tapi aku tak ambil pusing, dalam pikiran ku hanya "aku adalah musafir". Sungguh bejat y.. Padahal ibuku sudah mengingatkanku tadi saat zhuhur.

Pulangnya, untuk kembali lagi ke hotel kami menggunakan busway,, lebih aman, nyaman, dan tidak macet.. Aku duduk di stasiun penyeberangan yang menghubungkan halte busway dan jalan. Jujur saat itu kaki ku benar-benar tak kuat lagi, rasanya tulang ku remuk, badan ku tak sanggup lagi aku tegakkan,, Rabbii… aku benar-benar lelah… Aku duduk termenung disitu,, bersama ibuku tentunya, melepas lelah.

Tiba-tiba, 3 orang remaja dengan pakaian sedikit minim melintas di depan Q, mungkin banjunya bukan minim seperti yang biasanya kita lihat,, tapi pakaian pendek dan tidak berjilbab, sangat berbeda dengan pakaian yang ku pakai.. Tapi sikap mereka membuat ku malu padadiri ku sendiri,, tahukah kalian apa yang mereka katakan,, seorang temannya berkata “kamu ga shalat dulu??? Sudah ashar lho..nih ada mushalla”,, temannya menjawab “iya dech,,temani aku shalat dulu y”. MasyaAllah,, aku dan ibuku tersentak mendengarnya. “Tuh kan dek, dia aja pakaiannya gitu, ga pakai jilbab, tapi masih ingat untuk shalat, masa sich kalah sama adek”.

Ibuku benar, aku saja saat di ingatkan untuk shalat masih mengelak dengan alasan ntar aja mak, di jama’ aja. Rabbii, hari ini aku sadar, bahwa tidak semua orang bisa dinilai dari penampilannya saja. Buktinya 3 remaja tadi merupakan sebuah ejekan untukku, sekaligus teguran. Rabbiy, sungguh halus cara Mu menegur seorang hamba, mungkin saja amalan-amalan yang dilakukan remaja tadi lebih baik dari ku. Hari ini aku tahu, bahwa aku masih terlalu kerdil untuk menyombongkan diri, dan hari ini aku sadar bahwa kita tidak bisa menilai orang dari luarnya saja. hmmm "don't judge a man by it's cover"

Laman

Free Blog Templates

welcome to my blog...
sharing ilmu, cerita-cerita atau ngegosip disini......
hehe

this is a very simple blog..because I'm a newbie here...

^_^
Powered By Blogger

Friends Link

Tag Cloud

My Playlist

 
Template by Administrator Frelia | Anak SD | Blogger