Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Agustus 2010

skenario Ilahi


seorang anak datang pada Q dengan tersedu sedan, seakan-akan ingin menumpahkan segala resah risau hati yang tak sanggup lagi di bendungnya. "lho,,kok??" pertanyaan yang muncul dihati Q. biasanya dia selalu membuat Q kesal dengan tingkahnya, selalu menggangu teman, berkelahi. Tapi hari ini ia menangis. Awalnya aQ tak terlalu menggubrisnya, aQ hanya menganggap itu caranya untuk mencari perhatian Q.

Sebelumnya aQ tak tahu asal usulnya,,orang tuanya, ah tentangnya. Tapi malam ini, pak hasan memberitahu Q lika liku hidupnya. MasyaAllah, hati Q terkejut.. tahukah kalian,,terkadang ia tidur di jalanan, orang tuanya sering memukulinya, ia harus mengemis untuk bisa mengisi hajat perut..Di umurnya yang sangat muda,, ia telah merasakan pahitnya hidup.

Mungkin itu memang skenario Sang Khalik.
Hati Q pilu mendengar kisahnya, air mata Q menetes....ditambah lagi dengan kisah2 anak lain yang tinggal di panti ini. aQ tak bisa menyalahkan sikap mereka selama ini, bahkan aQ merasa tak berhak mencerca tingkah mereka. aQ hanya bisa berusaha untuk membantu mereka bersikap baik, menyayangi mereka, menemani mereka, membuat mereka nyaman hidup disini.. walaupun tak sepenuh hari bisa Q habiskan dengan mereka. karena aQ juga harus menyibukkan diri Q dengan segudang tugas dari dosen2 Q..tapi yang Q tau, mereka membutuhkan Q, kasih sayang Q, seorang kakak, teman bahkan orang tua....

aaaaaah,,itu cerita yang Q dapatkan saat aQ menjadi salah satu staff di PANTI SOSIAL..hanya sebulan aQ disana,,tapi begitu banyak pengalaman dan pelajaran yang Q dapat..sebelumnya aQ termasuk orang yang tak suka dengan anak kecil,,dengan tingkah polah dan sikap mereka.. Tapi,,disana aQ belajar banyak tentang sikap anak2..terutama mereka yang hidupnya di jalanan...aQ memang bukan seorang psikiater,,atau mahasiswa jurusan psikologi.....tapi,,,aQ hanya mengandalkan hati nurani Q untuk menghadapi mereka.....

sadarkah kita,, bahwa anak-anak itu ibarat kaca yang berdebu....

ia ibarat kaca yang berdebu
jangan terlalu keras membersihkannya
nanti ia mudah pecah dan retak
tapi jangan pula terlalu lembut membersihkannya
nanti ia mudah keruh dan bernoda

lemah lembutlah kepadanya
tapi jangan terlalu memanjakannya
tegurlah bila ia bersalah
tapi jangan kau lukai hatinya

bersabarlah bila menghadapinya
karena ia kaca yang berdebu

semoga kita menemukannya dengan bercahayakan iman

raya,,,

Tok,,tok,,tok. . .“Dek,deek,buka pintunya..!!!”.di depan ada tamu tu,kakak engga tau siapa,,tadi b.azar yang nerima tamu,eh ga taunya disuruh masuk.padahal kakak ga kenal tu ama tamunya,coba adk liat.” cerocos kakak q.."Aduh kak,raya ga kenal ama tamu-a,mana mamak n ayah lagi engga di rumah,lagian ngapain sich pake acara disuruh masuk segala?xlo ada apa-apa gimana?",,sambung q...

Ah begitulah aq,juga kakak q..setelah berpakaian rapi,aq pun keluar dari kamar menuju halaman belakang.tak q perdulikan apa yang dikatakan kakak q tadi..
Sekarang aq cma ingin melaksanakan perintah ibu q untuk memindahkan jemuran ke halaman depan..

"dek,ada tamu lho..saudara dari mamak,katanya tinggal di arun",,seru abang ipar q..Berhubung aq sudah mulai kesal karena mendengar pernyataan kakak q,akhirnya aq menjawab ketus,"saudara?tinggal di arun?aduh bang,raya engga kenal bang..kayaknya ga ada dech saudara yang di arun..ah raya ga tau ah,ab panggil kakak aja"..dengan wajah keheranan,abang ipar q pun kembali ke ruang tamu..aq melanjutkan tugas q..

hmm..aq melihat kakak q tengah sibuk di dapur..ternyata ia sedang menyiapkan air untuk tamu..aq menghampirinya,"kak,tamu tu siapa sich?Raya kok ga kenal y?aduh,Raya takut tu orang yang suka nipu-nipu kak,ngakunya aja saudara,padahal bukan..ah tau ah,Raya g mau perduli..wong Raya engga kenal",ucap q seraya bergidik mengingat kejadian teman q yang ditipu oleh seorang tamu...aq kembali ke depan TV..

Beberapa menit kemudian,kakak q kembali ke dapur..."kenapa?"tanyanya..aq hanya menggeleng pelan.."Raya ga mau nyalamin tamunya ah,Raya malas kak xlo orang ga kenal gitu",seru q..."kakak juga ga mau Raya,tapi mau gimana lagi..masa engga kakak salami?padahal kakak ngehidangin air buat tamunya",timpal kakak q..

Saat kami tengah asyik ngalor ngidul,tiba-tiba tamu tersebut ke dapur, mengangkat nampan berisi air.."ya ampun bu,ngapain repot-repot?padahal nanti biar kami aja yang angkat"..dengan serta merta aq pun menyalami ibu yang katanya saudara q...aq hanya tersenyum..ibu itu pun tersenYum dan berkata,"si adik,mirip sama mamaknya y"..aq hanya tersenyum ketus..Ah kebiasaan buruk q muncul,,padahal beberapa tahun ini,,aQ tak pernah bersikap begitu,,pa lagi pada tamu yang tak q kenal..

kakak Q dan tamu tadi pun beranjak ke ruang tamu..Aq pun ikut meninggalkan dapur..sekilas Q terawangkan pandangan Q ke ruang tamu.. Mata Q berpapasan dengan salah seorang tamu tadi,,yaahh,,mereka datang berdua,,suami istri...Tadi aQ hanya menyalami istrinya,,dan kini pandangan Q berpapasan dengan suaminya.. Ah,,ego Q muncul,,Aq tak mau menyalaminya,,bahkan aQ pura-pura tak melihat.. Sebenarnya batin Q malu,,mana sopan santun yang selama ini selalu Q jaga??,,tapi,ah masa bodoh.. Aq tak kenal.

Beberapa menit kemudian,,tamu pun pulang.. "dek,,kasian kali tamu tadi,, panas-panas datang kemari,, mana naek kendaraan umum lagi,, truz mamak pun engga ada",seru kakak Q.. dhegg.. Batin Q miris..Rabbi,,sikap Q tadi,,acuh tak acuh.. dimana santun Q,, aQ merasa menjadi otamng yang paling angkuh di bumi.. Saudara Q sendiri,, tak mau Q salami.. walaupun aQ tak mengenal mereka,, tidak sepantasnya sikap Q begitu.. Tiba-tiba aQ terbayang jika seandainya mereka itu orang tua Q,, mungkin aQ pasti menangis sejadi-jadinya..

"kak,,Raya merasa bersalah kak,, Raya tegaan banget ya kak?? jadi gimana ni kak?? kita kerumah ibu tadi yuk.." tutur Q.. "Ray,, engga mungkin kan kita berdua yang pergi.. ntar aja,, xlo mamak udah pulang,, baru kita pergi..itulah,,kita ni dah kebiasaan hidup di kota,,jadi sikap kita udah ga perduli lagi sama yang laen.." jawab kakak Q. "Makanya,,lain kali,, kalian ga boleh gitu lagi,, pa lagi ada tamu gitu,,lagian tadi abang uadah tanya kok sama tamunya mau ketemu siapa,rupanya mau ketemu mamak, tapi karena engga ada,, mereka langsung nyerahin bawaannya,,kan ga enak kali xlo kita ambil bawaannya,,tapi engga kita jamu,,,emang abang bodoh kali apa?? pake acara suruh masuk trus,,hehe.."sambung abang ipar Q..

aaahhh,,ternyata aQ masih belum bisa membuang jauh sikap itu,,padahal sudah beberapa tahun ini,, aQ tak pernah begitu lagi.. Rabbii,,raya merasa bersalah.. Raya menyesal...Batin Q..
aQ janji,, lain kali aQ takkan pernah bersikap begini lagi..

Sabtu, 14 Agustus 2010

Maafin Na, ayah...

Aaamin… kututup do’a ku seraya mengusap air mata yang mengalir di pipi… aku masih tertegun di gundukan tanah itu,, kenangan-kenangan masa lalu berkelebat di pikiran ku.. Ah, tapi kenangan hanya tinggal kenangan,, yang tersisa hanyalah penyesalan belaka…

***

“Na ga mau ayah, Na ga suka. Na maunya masuk ke sekolah favorit,, SMA favorit,, ayah kan udah janji sama Na”, protesku saat ayah tidak mengabulkan keinginanku untuk masuk ke SMA favorit. Kenapa sich keinginanku tidak di kabulkan,, sementara kakak ku dengan bebas menentukan pilihannya sendiri. Aku tidak bisa menerima ketidak adilan ini, aku juga ingin dituruti, bukan selalu menuruti. “ini semua kan untuk Na juga, makanya ayah ga mau menyekolahkan Na di SMA favorit”, ibuku menengahi perdebatanku dengan ayah. “Tapi bunda….”, kata-kataku tercekat di kerongkongan. Aku tak pernah bisa membantah mereka, walau di awal aku akan bersikeras dengan pilihanku, tapi pada akhirnya aku tetap mengalah.

Pada akhirnya aku menghabiskan masa remajaku di sekolah pilihan ayahku. Benar kata mereka, ini semua untukku, untuk kebaikanku. Seminggu lagi aku yudisium, hmmm akhirnya tamat juga dari sekolah ini. “Na, kamu di panggil ke kantor tu”, seru teman ku. What??? Kantor??? Oh tidak,,ada apa ini?? Bahkan aku tak pernah melakukan kesalahan,, aku termasuk murid teladan di sekolah. Kenapa bisa di panggil??? Dengan perasaan tak tenang, aku segera melangkahkan kakiku ke kantor.

“selamat ya Na, berkas-berkasmu diterima di Universitas Negeri Malang jurusan Manajemen”, sambut kak Irma saat melihat kehadiran ku di kantor. “iya kak?? beneran?? Selain Na,,siapa lagi kak??” balas ku. “Tuh si Nisa juga lulus”, jawabnya. Setelah mendengarkan penjelasan gono gini,, aku pun kembali. Akhirnya,, keinginanku terkabul.. aku tak perlu bersusah-susah ujian masuk PTN lagi. Owh,, senangnya. Tapi ayah??? Apa beliau setuju???tidak,,tidak, kali ini aku harus disetujui.

***

Hiks hiks.. Air mataku masih mengalir mengingat kenangan itu, keberangkatan ku ke Malang. Bahkan sebelumnya diwarnai dengan perdebatan antara aku, ayah dan ibuku. Aku menganggap pikiran mereka terlalu kolot, masih saja mengekang anaknya untuk meraih cita-citanya menjadi seorang pakar ekonomi. Apa salahnya, tidak semua anak harus menjadi dokter kan?? Bisa-bisa kebanjiran dokter negeri ini, andai saja setiap anak diwajibkan menjadi dokter oleh orang tuanya.

Aku berangkat ke bandara sendiri, semua-semuanya kulakukan sendiri. “Hmm, belajar mandiri dari sekarang”, batin ku. Sedih sich,, tanpa ayah dan ibu yang mengantar. Tapi tak apa,, daripada mereka menggagalkan keberangkatanku kali ini. Empat tahun kuhabiskan waktuku untuk menyelesaikan studi disini, beruntungnya aku berhasil menyandang gelar cumlaude dan dikontrak oleh sebuah perusahaan besar ternama. Yah, empat tahun yang kuhabiskan tanpa menjenguk kampung sekalipun,, rasa kesal, marah dan ego membuatku enggan melakukannya. Bahkan komunikasipun hanya beberapa kali dalam setahun. Tiap ibu menelponku,, aku jarang menggubrisnya karena aku selalu saja terkenang peristiwa dimalam sebelum keberangkatanku.

***

“Kalau kamu memang berniat kesana, pergilah. Ayah tidak akan pernah melarang mu lagi, lakukan apa yang menurutmu baik untuk dilakukan. Tapi ingat, ayah tidak mau membiayai kuliahmu”. Aku tersentak mendengarnya, bagaimana mungkin aku hidup di kota orang tanpa dibiayai. Tapi,ego memaksaku menjawab, “baik ayah, Na akan buktikan kalau Na bisa, tanpa biaya dari ayah”. Aku segera berlari ke kamar, ku hempaskan tubuhku, menangis sejadi-jadinya, meluapkan semua lara dan kesal di hati. Aku berharap ada yang membantuku. “Na, tenanglah nak, ayahmu tidak mungkin begitu, beliau hanya tidak ingin kamu kesana. Berangkatlah nak jika kamu ingin berangkat, bunda tetap merestuimu”.

Ah, bunda memang selalu menjadi malaikat penolongku. “Tapi bundaaa….”. “Sudahlah, biar nanti bunda yang bujuk ayah, sekarang kamu janji ya kalau disana nanti akan tekun belajar !”, pintanya padaku.

***

“Na, ayo kita pulang. Tidak baik menangisi yang telah dipanggil oleh-NYA, lebih baik kita kirimkan do’a untuk ayah, semoga amal dan ibadah beliau diterima, dan beliau di tempatkan di tempat yang layak disisi-NYA”. Aku mengamini ucapan mas Rian, lalu beranjak dan mengikutinya ke mobil. Beruntungnya aku bisa bersanding dengan seorang lelaki pilihan yang nyaris sempurna, baik, alim, pintar, dan selalu mengingatkanku saat lupa dan salah.

Sepanjang perjalanan pulang, aku hanya diam membisu, menelusuri bait-bait penyesalanku, bunga-bunga kebodohanku, dan istana keegoisanku. Ayah pasti bahagia sekali jika saat-saat terakhir aku ada di sampingnya, menemaninya bercerita hanya untuk sekedar menghabiskan hari. Ayah juga pasti bangga tak ayalnya orang tua lain jika saja aku minta untuk hadir di acara wisudaku, apalagi saat itu aku berhasil meraih gelar sarjana dengan peringkat cumlaude, bahkan bisa mendapatkan kontrak kerja dengan perusahaan ternama. Tapi, kini semua hanyalah angan yang tak mungkin terwujud, yang hanya bisa ku titipkan pada awan dan burung yang tengah berkicau.

Setibanya di rumah, ku basuh anggota wudhu’ ku, lalu kugelar sajadah panjang. Allahu akbar, takbiratul ihram mengiringiku untuk berjumpa dengan-NYA. Ku akhiri dengan untaian do’a panjang dan surah Yasin untuk ayah. “Shadaqallaahul’adhiim”, kucium mushaf kecil pemberiannya. Sekarang, semua telah terlambat, aku berjanji pada ayah untuk selalu menjadi yang terbaik.

Laman

Free Blog Templates

welcome to my blog...
sharing ilmu, cerita-cerita atau ngegosip disini......
hehe

this is a very simple blog..because I'm a newbie here...

^_^
Powered By Blogger

Friends Link

Tag Cloud

My Playlist

 
Template by Administrator Frelia | Anak SD | Blogger